Inkonsisten

kenapa quran hadis injil weda kitab suci lain tidak bisa dijadikan landasan teori skripsi atau tesis? dosen tidak akan menerima. mahasiswa sendiri juga tidak pede mengajukan.

bukankan quran hadis dan yg lain tadi –bukan saja juga benar bhkan lbh benar drpd teori ilmiah bikinan orang–, tapi lebih2 diyakini kebenarannya oleh periset atau mrk yg terlibat di dunia ilmiah itu (dosen mahasiswa periset dll asumsinya mereka beragama)

bukankah itu sikap inkonsisten: memeluk agama, meyakini kebenarannya, giliran ketika keyakinan itu hendak digunakan (bahkan harus sbg konsekuensi agamanya), malah dipinggirkan, tdk mau pakai, takut tidak ilmiah, atau malah dg gigihnya anggap itu urusan agama smentara ini ilmiah (malah sekuler).

ilmiah itu beda dengan agama. agama itu keyakinan kalau ilmiah itu objektif, metodis, sistematis, universal. lbh kokoh dari keyakinan. agama kalau mau jadi ilmiah ya kudu menuhi syarat positivistik itu.

begitu jawaban dunia ilmiah. tepatnya jawaban positivitik: mainan akal hasil otak atik orang pintar yg lalu diamini sbg org sejagad sbg ukuran benar/ilmiah/masuk akal. indonesia tak terkecuali juga ikut aturan itu. yg –ironisnya– di negeri sananya mulai ditinggalkan atau minimal ada alternatif lain pandangan lain.

Advertisements

2 thoughts on “Inkonsisten

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s