apathea

pernahkah anda mendengar kisah 2 sahabat yang berbincang tentang rasa lega? orang pertama mengatakan lega itu kalau tidak tahu, sebaliknya temannya bilang lega itu justru kalau tahu.

manakah yg lebih benar. simak cerita berikut. 2 muslim masuk warung makan di sana, di luar negeri sana, yg diragukan kehalalannya. ‘jangan2 masakan kita mengandung babi’, kata temannya. ‘alah sudahlah kalau tidak tahu kan tak apa2’. krn ragu ia engendap ke dapur mencari tahu. sebentar kemudian ia kembali dengan wajah berseri menguak misteri. ‘Ternyata benar mengandung babi’. ujarnya lega. Satunya dg cemberut menjawab ‘kamu usah tanya2 sih, ya jd haram’.

ketidaktahuan dalam arti tak berilmu tidak akan pernah membawa kelegaan, apalagi kebahagiaan. klaupun iya hanyalah semu. semacam lega yg tertunda.

berilmu dalam kontek iman adalah ketiadaan nafsu atas pengetahuannya. krn sadar kekurangannya.kelemahannya. rasa hina krn kebodohan dan dosanya. habis sirna krn hanya allah yang maha segela, pemilik dan penentu apapun. tuhan berkenan menukar penghambaannya itu dengan kelapangan kebebasan jiwa. lepas dari belenggu. terbebas melayang ringan.

inilah apathea.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s