ihtiar dan hasil

ihtiar atau usaha dan hasil tidak berhubungan timbal-balik, tidak kausalitas. tidak ada hubungannya.

kerja keras tidak mengakibatkan sukses, uang bukan dihasilkan oleh kerja, ke dokter bukan menyebabkan sembuh. bekerja dan rejeki tidak berhubungan. bekerja tidak menyebabkan dapat uang. banyak yg kerja keras tidak juga sukses, banyak yg ‘tidak bekerja’ tp rejeki lancar, kalimat “kalau ingin punya uang ya bekerjalah” tidak tepat. ‘kalau mau sukses harus kerja keras’ juga tak tepat.

demikian kata al hikam.

Lalu dari mana sukses, dari mana sembuh, dari mana uang, dari mana rejeki kalau bukan dari kerja, dari berobat ke dokter, dari kerja keras?

Rejeki, sukses, sehat itu jatah dari Allah. Bekerja, berusaha, ihtiar itu perintah Allah.

berdiri sendiri2 di luar saya.

Allahlah yang memunculkkan rejeki, sukses, sembuh. BUKAN dari usaha, ihtiar, kerja keras.

Allahlah yg memunculkan menggerakkan menjadikan sy bs kerja, Allah pula yg memunculkan hasilnya. sama sekali bukan dari selainNya, lebih2 dari saya.

sebagai hamba saya wajib mengikuti perintahnya utk bekerja berusaha. sedang hasil hak Dia mau bagaimana. berharap hasilnya mau bgini begitu saja boleh jadi kurang pantas/tdk layak/tdk tahu diri, terlebih memastikan.

ya Allah sy mengerti tp belum tentu paham. ampuni dan bimbinglah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s