All posts by dorfleidenschaft

SUMBANGAN PADA DUNIA

KONTRIBUSI

Apa yang sudah kau sumbangkan untuk dunia? Seberapa sudah kau bermanfaat untuk orang lain?
Sepintas ini pertanyaan (himbauan) yang baik. Yang begitu baiknya sampai kita merasa sedih ketika tidak bisa melaksanakan.
Namun sebelumnya renungkan ini.
1. Benarkah kita harus menyumbang (manfaat) bagi dunia/orang lain, kalau terhadap diri saja –seperti yang dimaui Allah “quu anfusakum”—jagalah dirimu belum bisa.  Bagaimana bisa manfaat ke orang lain lebih-lebih  pada dunia kalau ke diri saja tidak manfaat. Memperbaiki diri saja tak mampu apalagi ke orang lain. Makanya yang pertama Allah minta tadi “jagalah dirimu dari api neraka”, bukan orang lain.

Kalau diri tidak selesai (belum taat pada-Nya) bisa jadi apa yang saya kira sebagai manfaat ke orang lain, mengubah orang lain, mengajak kebaikan orang lain ternyata sekedar nafsu atau ego. Mirip orang tua yang melarang anaknya menonton televisi tetapi dia sendiri ketagihan dan tahu kalau itu tak baik tetapi tak kunjung berhasil mengatasinya.

2. Memberi dunia. Apa yang bisa kita lakukan kalau dunia ternyata adalah apa yang tiap orang  pikirkan dan inginkan, bukan realitas sebenarnya di luar sana. Dunia tak lain adalah ide, citra, gambaran kita. Dunia adalah apa yang kita mau. Jika setiap kepala punya gambaran masing-masing, terdapat ribuan bahkan jutaan dunia yang tentu tidak mudah menyepakati sama.  Dunia adalah tempat bersenang-senang, kata sebuah kepala. Bukan, dunia adalah tempat perjuangan, kata kepala lain. Hidup bahagia itu  kalau cukup harta, kedudukan, uang, dan kemudahan-kemudahan kata seseorang. Orang lain beda lagi: justru  semua fasilitas itulah yang menjauhkan kebahagiaan. Ada banyak dunia dan kita hendak memberi kontribusi yang mana, pakai apa. Oleh diri yang belum selesai dan atas dunia yang tak sempurna ini lalu apa artinya memberi, berkontribusi, dan bermanfaat.
 

Advertisements